Thursday, March 9, 2017

Perawatan Mesin

A.        Pendahuluan
            Perawatan pada suatu industri merupakan salah satu faktor penting untuk mendukung aktivitas produksi yang memiliki daya saing di pasaran. Pengertian dari perawatan yaitu berbagai tindakan yang dilakukan untuk menjaga suatu barang, memperbaikinya hingga kondisi yang dapat diterima. Manfaat dari Perawatan antara lain :
1.         Agar mesin-mesin industri, bangunan, dan peralatan lainnya selalu siap pakai   secara optimal.
2.         Untuk menjamin kelangsungan produksi sehingga dapat membayar kembali  modal yang telah ditanamkan hingga mendapatkan keuntungan yang besar.

            Pihak yang berkepentingan dalam kegiatan perawatan yaitu Investor, Manager, dan juga karyawan. Bagi investor, kegiatan perawatan penting karena :
1.         Melindungi modal yang ditanam dalam perusahaan baik berupa bangunan
            gedung maupun peralatan produksi. 
2.         Menjamin penggunaan sarana perusahaan secara optimal dan berumur panjang.  
3.         Menjamin kembalinya modal dan keuntungan. 
4.         Menjamin kelangsungan hidup perusahaan. 
5.        Dapat mengetahui dan mengendalikan biaya perawatan dan menentukan anggaran biaya             dimasa yang akan datang.

Bagi manager, kegiatan perawatan penting karena :
1.         Melindungi bangunan dan instalasi pabrik terhadap kerusakan. 
2.         Meningkatkan daya guna serta mengurangi waktu menganggurnya peralatan.  3.             Mengendalikan dan mengarahkan tenaga karyawan. 
4.         Meningkatkan efisiensi bagian perawatan secara ekonomis. 
5.         Memelihara instalasi secara aman. 
6.         Pencatatan perbelanjaan dan biaya pekerjaan. 
7.         Mencegah pemborosan perkakas suku cadang dan material. 
8.         Memperbaiki komunikasi teknik.
9.         Menyediakan data biaya untuk anggaran mendatang. 
10.       Mengukur hasil kerja pabrik sebagai pedoman kebijakan yang akan datang.

Bagi karyawan, kegiatan perawatan penting karena :
1.         Menjamin kelangsungan hidup karyawan dalam jangka panjang, yang akan             menumbuhkan rasa memiliki sehingga peralatannya akan dijaga dan dipelihara  dengan baik.
2.         Menjamin keselamatan kerja karyawan. 

            Kegiatan perawatan (maintenance) dalam suatu industri memiliki tujuan antara lain sebagai berikut:
1.         Memperpanjang umur penggunaan aset. 
2          Menjamin ketersediaan peralatan untuk produksi
3.         Menjamin kesiapan operasional seluruh peralatan yang diperlukan pada keadaan darurat setiap waktu.
4.         Untuk menjamin keselamatan orang yang menggunakan peralatan tersebut.

B.        Departemen Perawatan
            Departemen perawatan merupakan departemen yang bertanggungjawab terhadap kegiatan perawatan dan perbaikan sarana yang ada di dalam suatu industri. Beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan departemen perawatan adalah:
            1.         Jenis pekerjaan
            2.         Kesinambungan pekerjaan
            3.         Situasi geografis pabrik
            4.         Ukuran pabrik
            5.         Kehandalan tenaga kerja terlatih

Konsep dasar dalam organisasi departemen perawatan antara lain:
            1.         Pembatasan wewenang untuk menghindari tumpang tindih kekuasaan
            2.         Hubungan vertikal antara atasan dan bawahan yang menyangkut                            masalah wewenang dan tanggung jawab dibuat sedekat mungkin
            3.         Penentuan jumlah pekerja yang ditangani oleh seorang pengawas
            4.         Susunan personil dalam organisasi

Prinsip organisasi departemen perawatan antara lain :
            1.         Perencanaan organisasi yang logis
            2.         Fasilitas memadai
            3.         Supervisi yang efektif
            4.         Sistem dan kontrol yang efektif

C.        Jenis-jenis Perawatan
            Perawatan sarana dalam suatu industri terbagi menjadi 2 kegiatan yaitu kegiatan perawatan dan kegiatan perbaikan. Kegiatan perawatan adalah kegiatan pencegahan kerusakan. Kegiatan perbaikan adalah kegiatan untuk memperbaiki kerusakan. Secara umum, ditinjau dari saat pelaksanaan pekerjaan perawatan, dapat dibagi menjadi dua yaitu perawatan terencana dan perawatan tidak terencana. Pembagian jenis dari perawatan terencana dengan interval waktu yang telah ditentukan  dan perawatan tidak terencana dapat dilihat di gambar berikut :



Beberapa bentuk dari perawatan antara lain:

1.         Perawatan Preventif Adalah perawatan untuk mencegah terjadinya kerusakan,
            Ruang lingkup pekerjaan preventif termasuk: inspeksi, perbaikan kecil,  pelumasan dan penyetelan, sehingga peralatan atau mesin-mesin selama beroperasi terhindar dari kerusakan.

2.         Perawatan Korektif Adalah pekerjaan perawatan yang dilakukan untuk memperbaiki dan meningkatkan kondisi fasilitas/peralatan sehingga mencapai standar yang dapat diterima. 

3.         Perawatan Darurat (emergency) Adalah pekerjaan perbaikan yang harus segera             dilakukan karena terjadi kemacetan atau kerusakan yang tidak terduga.
           
D         Istilah dalam Perawatan
            Istilah-istilah umum yang sering digunakan dalam perawatan antara lain :
            1.         Breakdown      : perawatan yang dilakukan setelah terjadi kerusakan
            2.         Shut Down      : Mendadak mati sendiri / sengaja dimatikan
      3.      Dowtime          : Perioda   waktu dimana   fasilitas/peralatan   dalam                                            keadaan tidak dipakai/dioperasikan
     4.   Availability     : Perioda waktu dimana fasilitas/peralatan dalam                                                      keadaan siap untuk dipakai/dioperasikan.
            5.         Overhaul         : Pemeriksaan dan perbaikan menyeluruh suatu fasilitas                                                 atau bagian dari fasilitas sehingga mencapai standar                                                 yang dapat diterima.

            Selain istilah-istilah tersebut, terdapat istilah lain yaitu 6 big losses. 6 big losses adalah 6 kerugian yang menyebabkan rendahnya produktivitas peralatan. 6 kerugian tersebut antara lain:
1.        Kerugian karena kerusakan (breakdown), Kerusakan peralatan  menyebabkan waktu terbuang sia-sia yang mengakibatkan kerugian bagi perusahaan akibat berkurangnya volume produksi atau kerugian  material akibat produk yang dihasilkan cacat

2.         Kerugian karena pemasangan dan penyetelan (setup and adjustment losses), Kerugian karena pemasangan dan penyetelan adalah semua waktu pemasangan dan waktu penyesuaian yang dibutuhkan untuk kegiatan-kegiatan mengganti jenis produk ke ke jenis produk berikutnya untuk produksi selanjutnya. Dengan kata lain, total kebutuhan mesin tidak berproduksi guna mengganti peralatan.

3.         Kerugian karena operasi berhenti (small stop), Kerugian karena mesin  beroperasi tanpa beban maupun karena berhenti sesaat muncul jika factor eksternal mengakibatkan mesin atau peralatan berhenti berulang-ulang atau  beroperasi tanpa menghasilkan produk.

4.         Kerugian karena penurunan kecepatan operasi (reduced speed), Menurunnya produksi timbul jika kecepatan operasi actual lebih kecil dari kecepatan mesin yang telah dirancang beroperasi dalam kecepatan normal.

5.         Kerugian karena produk cacat (process defect losses), Produk cacat yang dihasilkan akan mengakibatkan kerugian material, mengurangi jumlah produksi, limbah produksi meningkatkan dan peningkatan biaya untuk pengerjaan ulang. Kerugian akibat pengerjaan ulang termasuk biaya tenaga      kerja dan waktu yang dibutuhkan untuk berproduksi kembali.

6.         Kerugian pada awal produksi (reduced yield losses), Kerugian ini timbul selama waktu yang dibutuhkan oleh mesin atau peralatan untuk menghasilkan produk baru dengan kualitas produk yang diharapkan. Kerugian yang timbul bergantung pada faktor seperti kondisi operasi yang tidak stabil, tidak tepatnya penanganan dan pemasangan peralatan ataupun operator tidak mengerti dengan kegiatan produksi yang dilakukan.


Sumber
                                                


Tuesday, November 22, 2016

Perbandingan Besar Pembebanan terhadap Tegangan Maksimum pada Rangka Sepeda Air Hamors

Sepeda air hamors berbeda dengan sepeda air pada umumnya, yaitu sepeda air fiberglass yang memiliki bentuk hewan seperti bebek, anjing laut, dan kuda laut. Sepeda air hamors menggunakan rangka sepeda darat pada umumnya yang dimodifikasi ulang tanpa merubahnya secara signifikan, karena hanya memotong bagian fork dan ditambah penyangga dibagian depan dan belakang. Penyangga berfungsi untuk menghubungkan rangka sepeda dengan pelampung yang mampu menampung beban 120kg. Sepeda air hamors menggunakan sistem penggerak bevel gear, roda gigi, dan proppeler. Sistem kemudi menggunakan rudder yang langsung terhubung ke setang sepeda.
Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam perancangan sepeda air hamors. Selain pelampung dan sistem penggerak, faktor komponen juga harus diperhatikan terutama rangka sepeda. Rangka merupakan komponen utama, penguat struktur sekaligus sebagai pengendali. Jenis rangka sepeda yang di gunakan adalah sepeda mountain bike, karena jenis sepeda ini tidak sama seperti sepeda pada umumnya. Jenis sepeda ini memiliki keunggulan pada rangkanya yang cenderung lebih kokoh, kuat dan ringan. Untuk mengetahui ditribusi tegangan dan perubahan bentuk bila diberikan tekanan, maka harus mengetahui dimensi dan jenis material yang digunakan.
Material yang digunakan pada rangka sepeda air ini adalah Steel Alloys. Pengujian ini dilakukan menggunakan solidworks. Data pada pembahasan ini diambil dari jurnal penelitian berjudul “Simulasi Tegangan dan Perubahan Bentuk Pada Rangka Sepeda Air Hamors Menggunakan Software Solidwork 2013” karya Hendra Saputra, Riza Ahmad Zulkarnain.

Spesifikasi Sepeda Air Hamors :

Bagian sepeda air yang disimulasikan ini berdasarkan simulasi yang pernah dilakukan oleh Andra Berlianto T. dan Bambang Daryanto W. (2012), dimana bagian yang di simulasikan hanya pada bagian tangan, kaki (pedal sepeda), dan badan (tempat duduk/sadel). Metode yang dilakukan oleh Andra Berlianto T. Dan Bambang Daryanto W. (2012). Untuk menentukan beban pada setiap titik, dengan cara pengukuran sebagai berikut:

Beban yang digunakan pada pengujian ini hanya 60kg dan 70kg dengan material rangka sepeda yaitu Alloy Steel. Besar titik pembebanan dapat dilihat pada tabel berikut :

Untuk berat pengendara sebesar 60kg dan 70kg adalah beban yang harus diterima oleh rangka sepeda hamors. Dari massa satuan (Kilogram) dikonversikan menjadi gaya/force (Newton).
 Dari hasil simulasi yang dilakukan dengan perangkat lunak Solidworks 2013, diperoleh distribusi tegangan pada beban 60 kg seperti pada gambar berikut :

Distribusi tegangan pada beban 70 kg seperti pada gambar berikut :

Hasil penujian kemudian dimasukkan pada tabel berikut :

Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa pada material yang sama, semakin besar beban yang diberikan akan semakin besar pula tegangan pada rangka sepeda hamors tersebut.

Sumber :
http://p2m.polibatam.ac.id/wp-content/uploads/2016/02/09-Jurnal-Integrasi-Hendra-Saputra-2015_REVISI.pdf






Sunday, November 20, 2016

Perbandingan Honda Mobilio, Nissan Evalia, dan KIA Carens


MPV (Multi Purpose Vehicle) menjadi mobil yang paling digemari oleh masyrakat di Indonesia. Budaya pergi dengan banyak orang sudah menjadi suatu tradisi umum dikalangan masyarakat Indonesia. Kebanyakan dari mereka yang baru ingin memiliki mobil pertamanya, memilih mobil MPV yang cenderung muat lebih banyak penumpang selain mobil tipe lain.
Pada pembahasan ini mobil MPV yang akan dibandingkan adalah Honda Mobilio, Nissan Evalia, dan KIA Carens. Ketiga mobil tersebut merupakan MPV dengan harga dibawah 300 juta.
A.    Kia Carens
Kabin Carens merupakan yang paling kecil di antara 3 peserta di tes ini. Di kelasnya, Carens mampu menyuguhkan akses, tempat penyimpanan, dan kelapangan headroom yang memadai. Begitu pula untuk ruang kargo. Bangku baris ketiga lebih pas buat anak-anak dan akses menuju ke ruang tersebut pun terbatas.


B.    Nissan Evalia
Di kelas Low MPV, Nissan Evalia terbilang praktis. pintu gesernya sudah cukup membuat akses ke kabin lebih mudah. Volume bagasi bisa diperluas karena bangku paling belakang bisa dilipat ke samping. Jadi dapat memasukkan barang bawaan lebih banyak.


C.    Honda Mobilio
Honda Mobilio memiliki kelebihan pada pelipatan bangku baris kedua yang simpel. Hanya dengan menarik satu tuas maka bangku pun terlipat rapi. Sementara untuk akses keluar masuk bangku baris ketiga. Secara keseluruhan, akomodasi Mobilio sudah cukup baik untuk sebuah Compact MPV.”



            Perbandingan 3 mobil MPV tersebut disajikan dalam bentuk tabel perbandingan yang diambil berdasarkan pengujian yang dilakukan oleh tim Autobild. Pengujian dilakukan dengan kondisi tanpa penumpang.


Kesimpulan :
Secara umum keempat mobil ini mampu memberi akomodasi dan kepraktisan layaknya sang juara di kelasnya. Kendati Carens dan Mobilio mengenakan format pintu konvensional, namun akses yang tersedia tetap luas dan memudahkan pengguna.
Sementara untuk performa, Carens dan Mobilio bisa dikatakan berlimpah tenaga. Keduanya hadir dengan mesin bertenaga dan itu membuatnya menyenangkan baik untuk dikemudikan sendiri maupun terisi penuh.

Evalia yang memiliki bentuk mengotak turut jumawa jika soal akomodasi, baik penumpang maupun barang. Namun memang mesinnya bukanlah yang paling bertenaga sehingga impresi berkendara di saat beban penuh sangat berbeda dibanding saat sendiri

Sumber :
http://tips.autobild.co.id/read/2015/04/08/13042/67/15/Tes-MPV-Data-Tes-dan-Kesimpulan

Monday, October 24, 2016

Perbedaan Sistem Penggerak Depan dan Penggerak Belakang pada Mobil

Mesin pada kendaraan seperti mobil tentu saja memiliki system penggerak yang membantu mesin untuk  menggerakkan mobil tersebut. Jenis dari system penggerak mobil terbagi menjadi 3 yaitu, yaitu penggerak roda depan (FWD), penggerak roda belakang (RWD) dan penggerak 4 roda (4WD/AWD).

A.    Penggerak Roda Depan (FWD)
            Sistem penggerak roda depan (Front Wheel Drive) yaitu system penggerak roda mobil dimana  mesin akan menyalurkan tenaganya ke roda depan mobil. Di mobil seperti ini, poros roda depan langsung terhubung dengan transmisi dan mesin sehingga mesin tidak harus melalui propeler dan differensial untuk menggerakkan roda mobil. Contoh mobil yang menggunakan system penggerak roda depan (FWD) antara lain Honda Jazz, Honda Civic, Honda City, Toyota Corolla, Toyota Yaris, Alfa Romeo Brera, Alfa Romeo Spider, Honda CRV, Honda Odyssey, Honda Stream, Honda HRV, Honda Integra, Honda Accord, Honda Prelude, Hyundai Accent, Mitsubishi Lancer aje, Mitsubishi FTO, Mazda 3, Mazda 6, Toyota Camry, Toyota Soluna, Toyota Vios, Toyota Wish, Mini Cooper, Renault Avantime, Renault Megane, Peugeot 206, Suzuki Ertiga, Honda Mobilio dll.


Keunggulan mobil berpenggerak roda depan antara lain :
1.      Penyaluran tenaga lebih efisien, sehingga laju mobil lebih gesit dan responsif.  Hal ini karena poros roda langsung terhubung dengan transmisi tanpa melalui propeler dan diferential. Selain itu, traksi lebih besar karena beban mesin terhadap roda depan..
2.      Lebih irit bahan bakar. Hal ini karena tenaga langsung disalurkan gearbox menggunakan drive shaft yang lebih pendek. Posisi mesin yang searah dengan roda lebih meringankan beban mesin, sehingga tenaga lebih efisien dan menghemat BBM .
3.      Mobil lebih nyaman ditumpangi, karena penumpang tak terganggu dengan getaran dan suara bersisik yang dihasilkan oleh propeler shaft dan diferential.
4.      Ruangan lebih lapang karena lantai kabin bisa dibuat rata.

Kekurangan dari mobil berpenggerak roda depan antara lain :
1.      letak mesin lebih rumit dan memakan ruang, sehigga melahirkan biaya perawatan yang lebih teliti dan mahal.
2.      Sistem  kemudi dan sistem dari mesin dan penggerak menjadi satu pada roda depan. Hal ini menyebabkan rangkaian suspensi pada bagian depan lebih rumit.Akibatnya, kerja komponen suspensi dan kemudi bekerja lebih berat, sehingga lebih cepat mengalami keausan.
3.      Roda depan lebih cepat aus, karena roda depan menjadi berfungsi ganda, yaitu sebagai penggerak dan pengendali.
4.      Lebih sulit parkirnya, terutama pada saat parkir pararel yang sempit. Karena radius belok ban lebih terbatas akibat drive shaft

B.     Penggerak Roda Belakang (RWD)
            Mobil dengan penggerak roda belakang (Rear Wheel Drive) adalah mobil yang roda belakangnya mendapatkan tenaga dari mesin, sementara roda depan murni untuk mengarahkan mobil saja. Ada gardan yang diletakkan di belakang mobil sebagai penyalur tenaga mesin ke roda belakang. Mobil penggerak roda belakang sangat populer sebelum tahun 90-an. Contoh mobil yang menggunakan system penggerak roda belakang (RWD) antara lain Nissan Silvia, , Toyota Avanza, Toyota Kijang, Toyota Innova, Toyota Mark II, Pontiac Soltice, Alfa Romeo 75, Isuzu Panther, dan juga mobil niaga.

Keunggulan mobil berpenggerak roda belakang antara lain :
1.      Ruang mesin lebih longgar , karena mesin terpasang searah dengan body mobil. Sehingga lebih mudah dalam perawatan, seperti mencuci mesin.
2.      Daya yang didapat dari roda lebih kuat untuk membawa beban.Untuk itulah kenapa mobil dengan sistem penggerak roda belakang banyak digunakan untuk mobil niaga.
3.      Lebih mudah saat mobil diparkir, karena derajat putar roda tidak dibatasi oleh drive shaft.
4.      Sistem mekanisasi, kemudi dan sistem suspensi depan lebih awet, karena kegunaan roda depan hanya untuk mengatur arah saja.

Kelemahan mobil berpenggerak roda belakang antara lain :
1.      Mesin lebih banyak kehilangan tenaga, karena harus melalui beberapa mekanisasi sebelum menggerakkan roda belakang. Hal ini tentunya membuat mobil lebih boros dalam hal konsumsi bahan bakar.
2.      Ruangan lebih sempit karena terdapat lekukan  dari ruang propeller shaft pada lantai kabin
3.      Getaran dan suara bersisik yang dihasilkan oleh propeler shaft dan diferential membuat penumpang kurang nyaman.

Kesimpulan
            Semua jenis teknologi penggerak roda pada mobil tentunya memiliki keunggulan dan kekurangannya masing masing. Namun sebenarnya, semua tergantung peruntukan dan penggunaan. Misalnya, mobil jenis sedan yang sering dipakai dijalan raya banyak yang memakai penggerak roda depan karena lebih irit dalam konsumsi bahan bakar. Pada mobil niaga lebih baik memakai system penggerak roda belakang karena Daya yang didapat dari roda lebih kuat untuk membawa beban

Sumber
[1]        Read more at www.spiderbeat.com: Mobil penggerak roda belakang VS Mobil penggerak roda depan
[2]      https://autonetmagz.com/inilah-plus-dan-minus-mobil-berpenggerak-fwd-rwd-dan-awd/28346/

[3]        http://proyek-lebah.blogspot.co.id/2013/08/sistem-penggerak-roda-pada-mobil-ff-fr.html

Perbandingan Ban Cadangan Full Size dan Space Saver

            Ban cadangan merupakan perlengkapan yang penting dalam berkendara dengan mobil. Ban cadangan berguna untuk mengantisipasi jika salah satu ban utama mengalami kebocoran atau masalah lain. Dijelaskan pula pada Undang-undang lalu lintas No 22 tahun 2009 pasal 57 ayat (3) menjelaskan, perlengkapan sekurang-kurangnya sabuk keselamatan, ban cadangan, segitiga pengaman, dan dongkrak serta pembuka roda.
            Ban cadangan yang ada pada mobil terdiri dari beberapa jenis antara lain Ban Cadangan jenis Full Size, Ban Cadangan jenis Space Saver, dan Ban Cadangan jenis Folding. Jenis ban cadangan yang dibahas pada pembahasan ini hanyalah Ban Cadangan jenis Full Size dan Ban Cadangan jenis Space Saver.

A.    Ban Cadangan Full Size
            Ban cadangan jenis ini memiliki ukuran serupa dengan yang digunakan pada keempat ban lainnya. ban cadangan ini memiliki kemampuan yang sama dengan 4 ban pokok lainnya sehingga bisa untuk dipakai sehari-hari. Ban cadangan jenis ini banyak digunakan pada mobil-mobil lawas dan semakin jarang digunakan pada mobil-mobil modern meskipun beberapa mobil-mobil modern masih menggunakan ban cadangan jenis ini.

            Ban cadangan jenis ini memiliki kelebihan antara lain :
1.      Ban jenis ini dapat dirotasikan dengan 4 ban pokok lainnya
2.      Ban cadangan jenis ini memberikan perlakuan terhadap mobil yang sama seperti 4 ban pokok lainnya.
3.      Ban cadangan jenis ini dapat dipakai dengan jangka waktu yang lebih lama dibandingkan ban cadangan space saver.
Ban cadangan jenis ini memiliki kekurangan antara lain :
1.      Ukurannya yang besar, menyita sebagian besar kapasitas bagasi.
2.      Penggunaan ban serep tipe ini semakin tidak popular karena bobotnya yang berat dan dianggap membebani kendaraan.
3.      Biaya produksi mobil yang memakai ban cadangan jenis ini lebih tinggi

B.     Ban Cadangan Jenis Space Saver
            Ban cadangan jenis ini memiliki ukuran lebih kecil  dari keempat ban pokok lainnya. Ban jenis ini juga disebut sebagai ban cadangan Temporary yaitu ban cadangan yang penggunaannya hanya pada keadaan darurat. Ban cadangan jenis ini menggunakan ukuran ban, bahkan diameter velg yang berbeda dengan keempat ban lain yang digunakan mobil. Karena ukuran yang jelas berbeda, ban serep tipe ini tidak masuk dalam siklus rotasi ban. Ban cadangan jenis ini banyak digunakan pada mobil-mobil modern terutama pada mobil jenis sedan ataupun hatchback.

            Ban cadangan jenis ini memiliki kelebihan antara lain :
1.      Ukuran ban yang kecil tidak menyita sebagian besar kapasitas bagasi.
2.      Ban jenis ini dapat memangkas biaya produksi mobil
3.      Bobotnya yang lebih ringan tidak terlalu membebani kendaraan.

Ban cadangan jenis ini memiliki kekurangan antara lain :
1.      Ban cadangan ini tidak dapat digunakan dalam waktu yang lama karena berisiko terhadap keselamatan dalam berkendara
2.      kecepatan maksimal yang diijinkan ketika melaju dengan ban cadangan jenis  ini. biasanya 50 hingga 80 km/jam.
3.      Pengontrolan terhadap ban cadangan jenis ini harus dilakukan lebih sering dibandingkan ban cadangan full size. Tekanan angin juga harus dipastikan sesuai dengan yang direkomendasikan. Karena biasanya tekanan angin dibuat sangat tinggi dibanding keempat ban lainnya

Kesimpulan
            Ban cadangan yang merupakan perlengkapan yang penting dalam berkendara dengan mobil berfungsi untuk untuk mengantisipasi jika salah satu ban utama mengalami kebocoran atau masalah lain. Ban cadangan Full Size dan Space Saver memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Ban Full Size unggul pada segi keselamatan sementara ban Space Saver memiliki keunggulan pada penghematan ruang. Sebaiknya ban cadangan yang dibawa pada saat berkendara dengan mobil yaitu ban cadangan jenis full size karena lebih mengutamakan keselamatan sehingga ban jenis full size lebih aman dibandingkan dengan ban space saver.

Sumber
[1]        http://m.autobild.co.id/read/2015/12/13/15221/54/15/Tips-Perlakuan-Berbagai-Jenis-Ban-Serep-Mobil

[2]        http://www.mobilku.org/2015/12/ukuran-ban-serep-tidak-sama-dengan-ban.html