Wednesday, January 21, 2015

Individu, Keluarga, dan Masyarakat

Jangan Merokok di Depan Anak


Pendahuluan
Pada masa sekarang, banyak sekali orang-orang yang merokok di tempat umum. Kebiasaan merokok di tempat umum adalah kebiasaan buruk. Kebiasaan tersebut mengganggu orang-orang yang tidak merokok yang berada di sekitar perokok tersebut karena orang-orang yang tidak merokok juga menghirup asap rokok. Orang yang tidak merokok tetapi berada di sekitar perokok disebut perokok pasif sedangkan orang yang merokok disebut perokok aktif. Baik perokok pasif maupun aktif akan terkena dampak yang diakibatkan oleh asap rokok. Kebiasaan merokok yang dilakukan orang tua akan menjadi lebih buruk jika orang tua tersebut merokok di depan anak-anaknya. Kebiasaan tersebut buruk karena dapat mengancam kesehatan anak-anaknya yang sedang memasuki masa pertumbuhan. Sang anak dapat meniru kebiasaan orang tuanya karena mereka belum mengetahui dampak buruk dari merokok sehingga menjadi perokok aktif dari kecil. Anak-anak dapat menirukan kebiasaan orang tua karena orang tua merupakan tempat pembelajaran anak-anak untuk pertama kalinya dan anak-anak belum mengetahui pasti mana hal yang benar dan mana hal yang salah. 

Permasalahan
Anak-anak sering menirukan tingkah laku orang tuanya ketika memasuki masa pertumbuhan. Orang tua merupakan tempat belajar anak-anak untuk pertama kalinya sebelum anak-anak masuk usia sekolah. Anak-anak belajar pada orang tua melalui tingkah laku orang tuanya. Jika orang tuanya melakukan suatu hal dan dilihat oleh anaknya maka sang anak menirukan hal yang dilakukan orang tuanya. Bagaimana jika orang tua merokok di depan anaknya? Bagaimana kesehatan anak jika sudah menjadi perokok sejak usia dini? Bagaimana pertumbuhan anak jika telah melakukan kebiasaan merokok sejak dini?

Pembahasan
Rokok adalah silinder kertas yang berisi tembakau yang telah dicacah. Kebiasaan merokok merupakan kebiasaan buruk karena dapat membahayakan kesehatan tubuh. Rokok memiliki beberapa kandungan zat seperti :
  1. Nikotin yaitu racun yang digunakan dalam pestisida dan merupakan unsur adiktif dalam rokok
  2. Tar yaitu istilah kolektif yang digunakan untuk menggambarkan partikulat yang dihasilkan oleh pembakaran tembakau
  3. Cadmium
  4. Benzene
  5. Formaldehyde
  6. Nickel
  7. Amonia
  8. Arsenik
  9. Vinyl Chloride
  10. Ethyl Furoate.
  11. Polonium
  12. Metanol

Bahan-bahan yang terkandung pada rokok memiliki dampak buruk bagi kesehatan tubuh. Beberapa dari dampak buruk dari kebiasaan merokok yaitu :
  1. Menyebabkan banyak jenis kanker dan cacat pada kelahiran bagi ibu hamil, sangat mengganggu perkembangan janin.
  2. Menyebabkan kanker paru-paru dan prostat.
  3. Menyebabkan utama leukemia.
  4. Menyebabkan kanker paru-paru.
  5. Menyebabkan peningkatan kerentanan terhadap infeksi paru-paru dan menyebabkan kerusakan fungsi paru paru pada manusia.
  6. Memicu kerusakan paru-paru dan bahkan kematian
  7. menyebabkan kerusakan fungsi hati.
  8. Metanol, adalah sejenis cairan ringan yang mudah mencair dan menguap yang mudah terbakar. Meminum atau menghisap Metanol mengakibatkan kebutaan bahkan kematian.

 Dampak buruk dari rokok tidak hanya terjadi pada perokok aktif (orang yang merokok) tetapi juga terjadi pada perokok pasif (orang yang berada di sekitar perokok). Kebiasaan merokok yang dilakukan oleh orang tua di depan anaknya menyebabkan anaknya ikut melakukan kebiasaan merokok. Hal dapat terjadi karena pada masa pertumbuhan, anak-anak sering menirukan kebiasaan orang tuanya.
Anak-anak dapat langsung menirukan kebiasaan orang tuanya karena belum mengetahui mana hal yang benar dan mana hal yang salah. Jika anak-anak sudah kecanduan dengan rokok maka kesehatan anak-anak selama masa pertumbuhan menjadi terganggu. Jika anak terlanjur punya kebiasaan merokok sejak kecil maka otaknya akan terbiasa dengan dosis nikotin penenangkan syaraf, sehingga ia akan selalu ingin merokok untuk bisa memenuhi kebutuhan dosis yang makin lama makin tinggi. Berbagai bahaya merokok pun akan menghampiri anak yang merokok dalam usia yang cenderung dini. Cara yang dapat dilakukan oleh orang tua agar anaknya tidak meniru kebiasaan merokok :
1.         Mengurangi bahkan menghentikan kebiasaan merokok
2.         Tidak merokok di depan anak, misalnya mencari tempat lain jika ingin merokok.
3.         Mengenalkan bahaya rokok saat belajar bersama orangtua di rumah.

Kesimpulan
Merokok merupakan kebiasaan buruk yang ada pada masyarakat saat ini. Merokok menjadi lebih buruk jika dilakukan di depan anak. Anak-anak dapat menirukan kebiasaan merokok orang tuanya karena secara tidak langsung orang tua tersebut mengajari anak merokok. Jika anak-anak sudah kecanduan merokok sejak usia dini maka proses pertumbuhan menjadi terganggu karena kesehatan anak tersebut yang terganggu akibat merokok. Oleh sebab itu orang tua harus menghentikan kebiasaan merokok atau tidak merokok di depan anaknya karena dapat kebiasaan merokoknya dapat ditiru oleh anaknya hingga anaknya menjadi kecanduan rokok.


Sumber


Monday, January 19, 2015

Negara dan Warga Negara

Peraturan Lalu Lintas yang Sering Dilanggar


Pendahuluan
Di era globalisasi ini banyak sekali perkembangan-perkembangan yang terjadi di berbagai Negara di dunia. Salah satu perkembangan yang terjadi adalah perkembangan lalu lintas yang memunculkan masalah lalu lintas. Masalah lalu lintas merupakan salah satu masalah yang selalu dihadapi di kota-kota besar di Indonesia. Salah satu masalah lalu lintas yang sering terjadi berupa pelanggaran aturan lalu lintas di jalan raya. Pelanggaran lalu lintas sering dilakukan oleh pengendara sepeda motor, pegendara mobil, dan pejalan kaki. Pelanggaran ini dilakukan oleh Warga Negara di Indonesia dan juga Warga Negara Asing yang tinggal di Indonesia. Bentuk pelanggaran yang dilakukan beragam mulai dari tidak memakai alat-alat keselamatan hingga melanggar rambu-rambu lalu lintas yang dapat menyebabkan kecelakaan dan kemacetan lalu lintas. Masalah pelanggaran lalu lintas tersebut  perlu diatasi karena banyak membawa kerugian bagi kehidupan di Negara Indonesia

Permasalahan
            Pelanggaran terhadap aturan lalu lintas yang telah tertera di dalam undang-undang merupakan salah satu tindakan melanggar hukum. Salah satu contoh kasus kecelakaan yang diakibatkan oleh pelanggaran aturan lalu lintas adalah kecelakaan bus yang terjadi di Desa Tulung Agung, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu pada Jum’at 9 Januari 2014. Kecelakaan tunggal bus berawal saat bus yang penuh penumpang itu melaju kencang dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta. Bus hilang kendali hingga naik ke trotoar dan akhirnya terguling. Kecelakaan ini menyebabkan 5 penumpang tewas, belasan penumpang mengalami luka serius. Seluruh korban luka dilarikan ke RS. Zam-zam Indramayu. Penyebab kecelakaan adalah sopir cadangan yang mengemudi dalam kondisi mengantuk hingga hilang kendali. Dari kecelakaan tersebut bagaimanakah cara yang harus kita lakukan agar tidak melanggar peraturan lalu lintas sehingga kecelakaan lalu lintas tidak terjadi?
Pembahasan
Aturan lalu lintas termasuk ke dalam hukum undang-undang karena tertera di dalam UU No. 14 tahun 1992. Aturan lalu lintas bersifat memaksa karena memaksa seluruh pengguna jalan untuk mematuhi peraturan lalu lintas yang ada di Undang-undang. Sebagai contoh bila kita akan bepergian menggunakan kendaraan bermotor maka kita harus membawa surat-surat berupa SIM, STNK dan lain-lain sekalipun kita bepergian dalam keadaan terpaksa. Aturan lalu lintas di Indonesia yang tertera pada undang-undang harus ditaati oleh Warga Negara Indonesia dan Warga Negara Asing. Akan tetapi peraturan lalu lintas yang ada pada undang-undang banyak dilanggar. Bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh pengguna jalan antara lain :
1.         Melanggar rambu lalu lintas
2.         Tidak mempunyai Surat Izin Mengemudi (SIM)
3.         Tidak membawa Surat Izin Mengemudi (SIM)
4.         Tidak membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK)
5.         SIM yang telah kadaluwarsa (sudah lewat batas waktu masa berlaku)
6.         STNK yang telah kadaluwarsa (sudah lewat batas waktu masa berlaku)
7.         Melanggar atau menerobos lampu lalu lintas
8.         Menggunakan alat komunikasi saat berkendara
9.         Melawan arus lalu-lintas
10.       Masuk ke jalur busway (bus transjakarta)
11.       Mengendarai kendaraan dengan kecepatan melebihi batas kecepatan maksimal
12.       Menghambat pergerakan kendaraan yang ada di sekitarnya
13.       Tidak menggunakan plat nomor kendaraan sesuai standar
14.       Tidak memasang plat tanda nomor kendaraan yang berlaku
15.       Mengemudi dalam keadaan mabuk, mengantukm, dan secara ugal-ugalan
16.       Balapan atau kebut-kebutan di jalan raya
17.       Tidak menyalakan lampu kendaraan di malam hari
18.       Berjalan di trotoar jalan yang bukan untuk kendaraan bermotor
19.       Melanggar pintu perlintasan kereta api yang tertutup
20.       Berbelok tanpa menggunakan lampu sign / lampu sen

Bentuk pelanggaran aturan lalu lintas yang dilakukan oleh pengguna jalan yang mengendarai sepeda motor antara lain :
1.                  Tidak memakai helm yang memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI)
2.                  Tidak menyalakan lampu di pagi hari, siang hari dan sore hari
3.                  Membawa lebih dari dua orang
4.                  Masuk ke jalan tol dan jalan khusus roda empat atau lebih lainnya

Bentuk pelanggaran aturan lalu lintas yang dilakukan oleh pengendara mobil antara lain :
1.         Tidak memakai sabuk pengaman
2.         Membawa penumpang melebihi kapasitas kendaraan
3.         Menggunakan jalan darurat (bahu jalan pada jalan tol) tanpa kondisi darurat di 
jalan tol
4.         Memasuki jalur 3 in 1 dengan jumlah penumpang kurang yang dari tiga orang

            Pelanggaran terhadap aturan lalu lintas yang tertera di dalam undang-undang membawa dampak buruk bagi para pengguna jalan. Salah satu dampak buruknya adalah kecelakaan lalu lintas.  Pelanggaran terhadap aturan lalu lintas dapat terjadi karena :
1.                  Minimnya pengetahuan mengenai,peratutran,marka dan rambu lalu lintas
2.                  Sudah terbiasa melihat orang melanggar aturan lalu lintas
3.                  Hanya patuh ketika ada polisi yang patroli atau melewati pos polisi
4.                  Tidak memikirkan keselamatan diri atau orang lain

Kasus kecelakaan bus yang terjadi di Kabupaten indramayu tersebut merupakan salah
satu tindakan melanggar hukum berupa pelanggaran terhadap aturan lalu lintas. Bentuk pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh sopir yaitu mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi dalam kondisi mengantuk. Dampak dari pelanggaran tersebut adalah jatuhnya korban tewas yang berjumlah 5 orang dan korban luka-luka yang berjumlah belasan orang.
            Cara yang dapat kita lakukan agar terhindar dari tindakan melanggar hukum berupa pelanggaran terhadap aturan lalu lintas antara lain :
1.                  Patuhi aturan-aturan berupa rambu-rambu lalu lintas (tidak hanya ketika ada polisi)
2.                  Memahami aturan lalu lintas agar tidak membuat suatu pelanggaran aturan lalu lintas
3.                   Memakai alat keselamatan yang sesuai dengan standar keselamatan
4.                  Tidak berkendara dalam kondisi mengantuk, mabuk dan tidak berkendara secara ugal-ugalan.
5.                  Tidak lupa untuk membawa surat-surat kendaraan dan juga surat izin mengemudi

Kesimpulan
Tindakan pelanggaran lalu lintas merupakan salah satu dari tindakan melanggar hukum karena peraturan lalu lintas. Jika kita melakukan tindakan pelanggaran lalu lintas maka kita akan terkena dampak negatifnya. Orang lain pun dapat terkena dampak dari orang yang melanggar aturan lalu lintas. Contohnya seperti kasus kecelakaan di Kabupaten Indramayu. Sopir bus yang melakukan pelanggaran lalu lintas tetapi yang menjadi korban tidak hanya sopir bus. Penumpang bus juga menjadi korban bahkan terdapat korban tewas akibat tindakan melanggar hukum sang sopir bus. Oleh sebab itu taatilah semua peraturan lalu lintas secara menyeluruh. Hindari tindakan melanggar peraturan lalu-lintas agar kita selamat sampai di tempat tujuan. Kita harus mengendarai kendaraan dengan penuh kedisiplinan dan ketelitian demi kebaikan kita bersama.  Kita juga harus meningkatkan kesabaran dalam berkendara kendaraan bermotor di jalan umum


Sumber :


IPTEK dan Kemiskinan

Hilangnya Permainan Tradisional Akibat
Game Online


Pendahuluan
Pada era globalisasi yang terjadi pada saat ini, ilmu pengetahuan dan teknologi mengalami perkembangan yang sangat pesat. Salah satu contoh dari perkembangan teknologi yang ada pada saat ini adalah game online. Game online banyak diminati dari berbagai usia mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa. Game online dapat dijadikan media untuk refreshing. Hingga saat ini banyak game online yang beredar dengan fitur-fitur terbaru. Game online yang beredar dapat menyebabkan seseorang menjadi kecanduan. Hal tersebut berdampak buruk apalagi jika peminat game online berasal dari usia anak-anak. Game online memberikan dampak buruk pada tingkah laku anak-anak yang memainkannya. Selain itu kehadiran game online perlahan menyebabkan hilangnya budaya permainan tradisional yang biasa dimainkan oleh anak-anak.

Permasalahan
            Bagaimana kabar dari permainan tradisional di era globalisasi yang terjadi pada saat ini? Pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan yang muncul di benak kita karena permainan tersebut sudah jarang dimainkan oleh anak-anak saat ini. Permainan tradisional yang sering dimainkan oleh anak-anak kini hampir tidak terdengar kabarnya. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Salah satu faktor yang menjadi penyebabnya adalah game online yang merupakan produk hasil dari perkembangan IPTEK. Kemunculan game online pada era globalisasi ini telah membuat anak-anak menjadi kecanduan untuk memainkannya sehingga anak-anak di era globalisasi ini mulai meninggalkan permainan tradisional dan memainkan permainan modern yang salah satunya adalah game online.


Pembahasan       
            Game online adalah permainan yang ada pada komputer yang memanfaatkan jaringan komputer untuk memainkannya. Jaringan yang biasanya digunakan berupa jaringan internet dan yang sejenisnya serta menggunakan teknologi yang ada pada saat ini seperti modem dan koneksi kabel. Permainan ini biasanya disediakan sebagai dari perusahaan penyedia jasa online yang dapat diakses langsung melalui sistem yang disediakan dari perusahaan yang menyediakan permainan tersebut. Sebuah game online bisa dimainkan secara bersamaan dengan menggunakan komputer yang terhubung ke dalam sebuah jaringan tertentu.

Dampak yang ditimbulkan dari game online bagi anak-anak :
1.      Mengganggu Kesehatan Anak
Anak-anak yang sudah kecanduan game online akan memaksakan dirinya untuk berada di depan layar monitor hingga berjam-jam. Hal tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada mata anak. Selain itu bermain game online hingga berjam-jam dapat mengganggu pola makan anak sehingga anak rentan terserang penyakit

2.      Mendorong Anak untuk berperilaku negatif
Anak dapat berperilaku negatif jika telah kecanduan dengan game online. Bentuk perilaku tersebut antara lain :
1.                  Anak-anak sering berkata kasar bahkan menyebutkan kata-kata yang tak pantas
Jika kalah saat bermain game online
2.                  Anak-anak yang sudah kecanduan game online akan melakukan apa saja jika
sudah kehabisan uang  seperti mencuri uang orang tuanya untuk bermain game online di warnet (warung internet). Kondisi ini dapat terjadi pada anak-anak yang tidak memiliki koneksi internet di rumahnya.
3.                  Dapat menurunkan prestasi belajar di sekolah karena ada beberapa anak yang berani bolos sekolah untuk bermain game online. Jika hal ini dilakukan secara terus menerus maka dapat menyebabkan kemiskinan
4.                  Membuat anak memiliki sifat tertutup karena kebiasaan anak tersebut berada di depan monitor berjam-jam sehingga kurang berinteraksi dengan masyarakat sekitar

Kehadiran game online pada era globalisasi menyebabkan anak-anak melupakan permainan tradisional sehingga permain tradisional kini jarang terdengar kabarnya. Faktor-faktor yang menyebabkan game online lebih disukai anak-anak dibandingkan dengan permainan tradisional antara lain :
1.      Tidak memerlukan banyak tenaga
2.      Lahan untuk permainan tradisional mulai berkurang

Contoh permainan tradisional yang hampir tidak terdengar antara lain :
1.      Petak umpet
2.      Permainan benteng
3.      Egrang
4.      Gobak sodor
5.      Bekel
Permainan tradisional lebih banyak manfaatnya dibandingkan dengan permainan modern yang ada pada saat ini. Manfaat yang bisa didapat dari permainan tradisional antara lain :
  1. Permainan tradisional menjadikan anak lebih sederhana.
  2. Permainan tradisional dapat melatih sikap sportif,  misalnya mengakui kesalahan jika melanggar aturan main
  3. Permainan tradisional lebih menyehatkan, melatih fisik dan ketangkasan. Karena beberapa permainan tradisional yang dilakukan di luar rumah membuat anak lebih aktif  bergerak dan berkeringat.
  4. Permainan tradisional membuat anak lebih mudah bergaul, karena lebih seru bila dimainkan secara beregu atau berkelompok.
  5. Permainan tradisional membuat anak lebih percaya diri jika menjadi pemenang dan bagi yang kalah biasanya akan lebih berusaha di permainan selanjutnya.
  6. Permainan tradisional lebih memicu kreativitas seorang anak. Misalnya seorang anak dapat membuat permainan dari bahan-bahan yang kurang nilai guna seperti kulit jeruk bali yang dibuat menjadi mobil-mobilan.
  7. Beberapa permainan tradisional dapat dimainkan secara gratis

Solusi
Untuk mengatasi punahnya permainan tradisional dalam dunia permainan anak-anak, banyak solusi yang dapat dilakukan antara lain. Mengadakan perlombaan permainan tradisional untuk memacu semangat dalam melestarikan permainan tradisional. Bermain game online diperbolehkan jika tidak dimainkan terlalu lama.

Kesimpulan dan Opini
Perkembangan IPTEK terjadi dengan sangat cepat pada era globalisasi saat ini. Salah satu produk dari perkembangan IPTEK adalah game online. Kemunculan game online ternyata perlahan membuat permainan tradisional hilang. Tindakan pelestarian permainan tradisional dapat dilakukan melalui cara perlombaan. Permainan tradisional tidak boleh hilang dalam dunia permainan anak-anak karena permainan tradisional merupakan salah satu budaya yang memiliki nilai-nilai pendidikan yang tidak terlihat secara langsung tetapi terkandung dalam sebuah simbol.

 Sumber :




Sunday, January 11, 2015

Pemuda dan Sosialisasi



Nama : Galih Seto

kelas  :1IC12

NPM  : 24414441

Tema  : Pemuda dan Sosialisasi


Bahaya Minuman Keras pada Pemuda



Pendahuluan
Pemuda adalah generasi yang membawa harapan dan tanggung jawab di pundaknya. Pemuda merupakan generasi penerus bangsa karena akan melanjutkan perjuangan generasi sebelumnya dan melangsungkan estafet pembangunan secara terus-menerus. Pemuda memiliki banyak potensi dalam diri mereka yang harus dikembangkan dan dibina. Pengembangan dan pembinaan potensi generasi muda hendaknya harus dilakukan dengan jalur-jalur pembinaan yang tepat sesuai dengan asas, arah, dan tujuan pengembangan dan pembinaan. Saat ini pemuda juga memiliki permasalahan bahkan permasalahan tersebut dapat merusak moral para pemuda.  Seorang pemuda harus bisa mengendalikan diri di tengah kehidupan masyarakat.

Permasalahan
Permasalahan yang dimiliki pemuda pada saat ini salah satunya adalah minuman keras. Banyak alasan mengapa mereka meminum minuman keras diantaranya :
1.      Miras dianggap sebagai penghilang stress (tekanan)
2.      Ingin melupakan masalah yang ada
3.      Miras menjadi tren saat berpesta
4.      Miras dianggap sebagai penenang pikiran
Banyak sekali kasus tentang penyalahgunaan minuman keras yang dilakukan oleh generasi muda.  Penyalahgunaan miras tidak hanya dilakukan oleh pemuda pada masyarakat kelas atas tetapi juga dilakukan oleh pemuda pada masyarakat kelas menengah ke bawah. Pemuda pada masyarakat kelas menegah ke bawah bahkan meminum minuman keras oplosan yang berbahaya bagi tubuh. Salah satu kasus penyalahgunaan minuman keras yang terjadi adalah penyalahgunaan minuman keras di Bekasi  
Berdasarkan berita yang dilansir oleh suara merdeka pada tanggal 3 januari 2015, kasus penyalahgunaan minuman keras yang terjadi di Bekasi tepatnya di Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur menyebabkan tiga pemuda tewas. Ketiga pemuda tersebut tewas setelah meminum minuman keras oplosan jenis Brandy. Menurut pernyataan saksi, Sulistyo Adi Wibowo (33), para korban sempat meminum miras oplosan pada Kamis (1/1) dari sore hingga malam hari. Saksi bersama tiga rekannya yang tewas sempat menenggak minumak keras oplosan di pos ronda yang terletak di Kampung Rawa Aren, Jalan Pulau Jawa Raya RT03 RW17, Kelurahan Aren Jaya. Ketiga korban tewas itu masing-masing bernama Yanto alias Dewa (39), Lebay (34), dan Kibagus Suntara (35) yang berprofesi sebagai tukang ojek meninggal dunia pada Jumat (2/1) WIB. Saksi menyatakan bahwa korban menenggak minuman keras oplosan jenis Brandy.

Pembahasan
          Minuman Keras adalah minuman yang mengandung alkohol dan dapat membuat seseorang menjadi ketagihan. Minuman ini berbahaya bagi para pemakainya karena dapat mempengaruhi pikiran, perilaku, dan menyebabkan kerusakan fungsi-fungsi organ tubuh. Dampak yang ditimbulkan adalah memberikan rangsangan, menenangkan, menghilangkan rasa sakit, membius, serta membuat gembira.
Minuman  keras mengandung alkohol yang dapat memengaruhi otak. Kandungan alkohol pada minuman keras bermacam-macam. Minuman Keras Golongan A mengandung alkohol dengan kadar etanol sebesar 1% sampai dengan 5%. Contoh minumannya adalah Bir. Minuman Keras Golongan B mengandung alkohol dengan kadar etanol sebesar 5% sampai dengan 20%. Contoh minuman golongan B antara lain Anggur Malaga, Anggur Kolesom cap 39, Anggur Ketan Hitam, Anggur Orang Tua, Shochu, Creme Cacao, dan jenis minuman anggur lainnya.
Minuman Keras Golongan C mengandung alkohol dengan kadar etanol 20% sampai dengan 55%. Contoh minumannya adalah vodka, brendi, dll.
Alkohol bila dikonsumsi bisa sangat berbahaya bagi tubuh manusia. Alkohol dapat membuat seseorang yang mengonsumsinya menjadi kecanduan. Bahaya yang timbul akibat mengonsumsi alkohol antara lain :
1.      Membuat orang yang mengonsumsinya menjadi mabuk
2.      Membuat tekanan darah menjadi tinggi
3.      Merusak saraf
4.      Menurunkan kecerdasan
Pada kasus tersebut penyalahgunaan minuman keras dilakukan oleh generasi muda.
Permasalahan pada kasus tersebut merupakan masalah serius karena yang menjadi korban adalah pemuda yang akan memikul harapan bangsa. Penyalahgunaan minuman keras pada masyarakat kelas menengah ke bawah bahkan lebih memprihatinkan. Minuman keras yang mereka minum merupakan minuman keras oplosan. Minuman keras oplosan dipilih karena harganya lebih murah dari minuman keras bermerk. Minuman keras oplosan lebih berbahaya karena kadar alkoholnya tinggi. Selain itu minuman keras oplosan juga mengandung zat-zat yang sangat berbahaya bagi tubuh. Bahan berbahaya yang biasa digunakan untuk membuat minuman keras oplosan antara lain cairan pembersih lantai, minuman berkarbonasi, bahkan lotion anti nyamuk. Bahan tersebut dapat menyebabkan kematian bagi seseorang yang meminum minuman keras tersebut. Jika orang yang minum merupakan generasi muda maka masa depan bangsa dapat terancam karena minuman keras membunuh satu persatu generasi muda yang membawa harapan bangsa.

Kesimpulan dan Opini
Minuman keras merupakan minuman beralkohol yang membawa dampak buruk bagi tubuh. Masalah penyalahgunaan minuman keras menjadi masalah yang serius karena banyak diantara pengonsumsi minuman keras adalah generasi muda. Banyak faktor yang menyebabkan seseorang mengonsumsi minuman keras diantaranya stress, ingin mengikuti trend, dan lain-lain. Agar tidak jatuh korban sebaiknya sosialisasi tentang bahaya minuman keras perlu dilakukan. Sosialisasi tersebut dapat memberikan pengetahuan tentang minuman keras beserta dampak dari meminum minuman keras. Jika kita memiliki masalah maka jangan menyelesaikannya dengan meminum minuman keras. Jangan mengikuti trend yang berkembang jika trend tersebut membawa dampak yang buruk. Kita juga dapat memperdalam ajaran agama untuk menghindari meminum minuman keras karena terdapat larangan meminum minuman keras.

Sumber :


Thursday, November 6, 2014

Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan

Nama : Galih Seto

Kelas : 1IC12

NPM : 24414441

Tema : Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan


Akulturasi pada Tempat Ibadah di Indonesia



Pernahkah kita melihat bentuk-bentuk masjid di Indonesia yang memiliki atap berbentuk limas berundak-undak? Jika pernah melihat maka berasal dari manakah budaya berupa atap limas berundak tersebut?
Pendahuluan
Kebanyakan masjid-masjid bersejarah di Indonesia merupakan akulturasi dari kebudayaan hindu-buddha. Ciri khas dari kebudayaan hindu-buddha ini dapat kita lihat dari atap masjid yang berbentuk limas berundak-undak. Hal ini disebabkan oleh dominasi hindu-buddha di Indonesia yang cukup lama sebelum kebudayaan islam masuk ke Indonesia sehingga kebudayaan hindu-buddha masih berakar pada masyarakat Indonesia.
Permasalahan
Arsitektur pada kebanyakan masjid di Indonesia merupakan contoh kebudayaan yang ada di Indonesia sebelum islam masuk ke Indonesia yaitu kebudayaan hindu-buddha. Dengan kebudayaan hindu-buddha yang sudah melekat pada masyarakat Indonesia yang salah satu contohnya adalah pada arsitektur kebanyakan masjid di Indonesia, tentunya akan terjadi akultrasi antara kebudayaan hindu-buddha dan kebudayaan islam. Bagaimana kebudayaan hindu-buddha bisa ada pada masjid di Indonesia? Apakah kebudayaan hindu-buddha tersebut bertentangan dengan ajaran islam?
Pembahasan
Kebudayaan hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Kebudayaan di Indonesia terpengaruh juga jaman dahulu oleh para pedagang, pelayar, dan kerajaan-kerajaan Hindu, Buddha, dan Islam yang pernah berkuasa di Indonesia. Kebudayaan yang dibawa oleh hindu buddha memengaruhi kebudayaan islam yang ada di Indonesia sehingga terjadi akulturasi antara kebudayaan hindu buddha dan kebudyaan islam
Akulturasi adalah percampuran dua kebudayaan atau lebih yg saling bertemu dan saling mempengaruhi. Akulturasi disebabkan oleh beberapa faktor seperti :
1.                  Jumlah penduduk yang bertambah atau berkurang
2.                  Revolusi yang terlalu cepat
3.                  Permasalahan antar masyarakat
4.                  Perubahan alam
5.                  Peperangan
6.                  Pengaruh dari budaya luar
Pada kasus ini dua kebudayaan yang dimaksud adalah kebudayaan hindu Buddha dan kebudayaan islam yang saling memengaruhi arsitektur masjid. Faktor yang memengaruhi akulturasi arsitektur masjid adalah faktor pengaruh dari budaya luar di luar kebudayaan islam yaitu kebudayaan hindu buddha
Pada kasus ini kebudayaan hindu-buddha yang ada pada masjid tidak bertentangan pada ajaran islam karena proses pencampuran budaya atau akulturasi ini mengalami proses seleksi yaitu proses pemilihan dari budaya luar yang masuk dengan pertimbangan yang matang.
Salah satu hasil seleksi terhadap proses akulturasi yang terjadi pada masjid yang memiliki arsitektur dari kebudayaan hindu-buddha adalah tidak terdapat patung pada bagian dalam masjid karena dalam ajaran islam penggunaan patung untuk benda pajangan dilarang. Hal ini berbeda dengan kebudayaan hindu Buddha yang memiliki banyak patung pada tempat ibadahnya.

Sumber :